Tim Gabungan ‘Amankan’ 11 Kubik Kayu Hasil Ilegal logging

Dompu-Metro Dompu

Tim Gabungan yang terdiri dari petugas Dinas Kehutanan NTB, Personil Kepolisian dari Polda NTB, Brimob NTB serta anggota TNI dari Korem dan petugas Dishut kabupaten Dompu yang melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap tindakan ilegalloging dan perambahan hutan berhasil mengamankan 11 kubik kayu yang patut diduga hasil ilegalloging(penebangan liar) di Doro kobo Doro Melo kecamatan Manggelewa. Hal itu ditandai dengan jenis kayu yang diamankan dari sebuah truk bercat hijau dengan nomor plat EA8505M tersebut yaitu kayu rajumas(duabanga)yang dalam bahasa Bima disebut kalanggo, kayu kabaho kafa dan trep(tere). Menurut  keterangan J, supir truk yang diamankan beserta barang bukti 11 kubik kayu hutan tersebut  bahwa kayu yang dimuatnya diangkut dari gudang milik Rafik yang beralamat di desa Doropeti kecamatan Pekat untuk diangkut menuju Langam Sumbawa Besar. “SKAU kayu tersebut ditandatangani oleh Kepala desa Doropeti dan pemilik kayu tersebut belum diketahui dan masih dilakukan pendalaman, sedangkan supir truk sedang dimintai keterangan,” papar Sekdishut Dompu, Drs. Abdurrahman H. Abidin kepada media ini sore kemarin. Sementara itu, Koordinator Polhut Provinsi NTB, Eko Budi, SH menyatakan bahwa ilegalloging dan perambahan hutan marak di Kabupaten Dompu. “Menurut UU no 4 tahun 2005 tentang ilegal loging dan disempurnakan oleh UU no 18 tahun 2013 tentang  Pemberantasan Perusakan Hutan (P2H) sebagai pengganti UU no 41 tahun 1999 menyatakan bahwa pejabat yang mengetahui adanya kasus ilegal loging dan melakukan pembiaran maka akan dikenai sanksi pidana,” jelas Eko. Hingga berita ini diturunkan, kayu hasil ilegal loging itu masih diamankan di kantor Dinas Kehutanan Dompu sebagai barang bukti.

(Amin MD02).

 Image

Advertisements

Wamen Perindustrian Panen Raya Rumput Laut Di Ncuni

Manggelewa-Metro Dompu

Wakil Menteri Perindustrian, Prof. DR. Ir. Alex SW Retraubun, M.Sc Minggu kemarin(22/12) meninjau lokasi budi daya dan Pengolahan rumput laut yang berlokasi di dusun Ncuni Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa.Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, dan Wabup  Ir. H. Syamsuddin H. Yasin, MM beserta sejumlah pejabat hadir dalam acara kunjungan tersebut. Tampak hadir pula  dalam rombongan tersebut Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi NTB, Drs. Lalu Imam Maliki, MM.  Bupati Dompu  dalam sambutannya menyatakan bahwa kabupaten Dompu akan terus meningkatkan program jagung dan rumput laut yang merupakan program unggulan Bumi Nggahi Rawi Pahu dan sangat potensial untuk…….baca Wamen 

dikembangkan di kabupaten Dompu dan menurutnya uji coba budi daya rumput laut menggunakan karung dinilai lebih menguntungkan dari pada menggunakan longline(tali).dan diakuinya bahwa kondisi perekonomian masyarakat   Dompu saat ini semakin membaik. “Pertumbuhan ekonomi masyarakat Dompu saat ini nomor 1 di NTB mencapai 8% dan daya beli masyarakat nomor 2 dari Mataram sedangkan IPM Dompu berada di urutan ke-4 padahal tahun lalu di urutan ke-8,” papar HBY.  Sementara itu, Wamen Perindustrian menyatakan bahwa rumput laut sangat potensial dibudidayakan di wilayah kepulauan seperti NTB dan Maluku karena banyak pulau dan teluk yang memungkinkan lebih amannya budidaya rumput laut. “Saya bermimpi ingin mengembangkan rumput laut di beberapa daerah kepulauan dan saya akan kawal terus program ini,” tandas Wamen.  Usai kegiatan sambutan dengan cuaca dingin disertai gerimis itu, Wamen, Bupati, Wabup, Sekda Dompu  beserta sejumlah pejabat menaiki motor boat untuk  melakukan panen perdana rumput laut hasil uji coba budi daya menggunakan karung. Sepulang dari acara panen raya itu, Wamen yang berasal dari Ambon tersebut menyumbangkan beberapa lagu yang cukup menghangatkan suasana gerimis sejak pagi itu. “Karena ini tanggal 22 Desember saya ingin mendengar suara ibu-ibu lagu apa yang harus saya nyanyikan,” canda Wamen. Salah satu lagu yang dinyanyikannya adalah lagu Sio mama yang berasal dari Maluku. Lagu tersebut mengingatkan akan jasa dan pengorbanan sang bunda yang telah bersusah payah merawat anaknya dengan penuh kasih dan sayang tanpa pamrih. Wamen Perindustrian berduet dengan Kadis Perindag NTB melantunkan  lagu Broerry Pessolima. Salah seorang staf Kementerian Perindustrian, Jefri Naldi menyatakan bahwa alat pengolahan rumput laut yang berjumlah 2 unit yang merupakan bantuan untuk kabupaten Dompu berkapasitas 2 ton rumput laut kering  perhari/unit untuk diolah menjadi Alkali Treated Carrageenan/ATC Chips. “Rumput laut kering 8 ribu sekilo, bila sudah menjadi ATC chips harganya menjadi 5 kali lipat yaitu 40 ribu/kilo gramnya,” jelas Jefri yang dibenarkan oleh Kabid Agrobisnis dan aneka Industri Disperindag NTB, Drs. Bambang Sugeng, MM. (amin MD02).

 

Suara Redaksi SUPRIYADIN, S.Sos (PEMRED METRO DOMPU) “ Bahagia Bukan Karena Kaya “

“ Jika KEKAYAAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya ADOLT MERCKLE, orang TERKAYA dari JERMAN, tidak akan menabrakkan badannya ke KERETA API…

Jika KETENARAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya MICHAEL JACKSON, penyanyi TERKENAL di USA, tidak akan meminum OBAT TIDUR hingga OVERDOSIS…

Jika KEKUASAAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya G. VARGAS, Presiden BRAZIL, tidak akan menembak JANTUNGNYA…

Jika KECANTIKAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya MARLIN MONROE, artis CANTIK dari USA, rtidak akan meminum ALKOHOL dan OBAT DEPRESI hingga OVERDOSIS…

Jika KESEHATAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya THIERRY COSTA, Dokter Terkenal dari PERANCIS, tidak akan membunuh dirinya akibat acara di TELEVISI..

Ternyata, BAHAGIA atau tidaknya hidup seseorang itu, BUKAN ditentukan oleh seberapa KAYANYA, TENARNYA, CANTIKNYA, KUASANYA, SEHATNYA atau SESUKSES apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu BAHAGIA adalah DIRINYA SENDIRI… mampukah ia mau MENSYUKURI semua yang sudah dimilikinya dlm segala hal.

“Kalau KEBAHAGIAAN bisa DIBELI, pasti orang² kaya akan MEMBELI KEBAHAGIAAN itu. Dan kita akan SULIT mendapatkan KEBAHAGIAAN karena sudah DIBORONG oleh mεrεƙα.”

“Kalau KEBAHAGIAAN itu ada di suatu TEMPAT, pasti belahan lain di bumi ini akan KOSONG karena semua orang akan kesana berkumpul dimana KEBAHAGIAAN itu berada .”

Untungnya KEBAHAGIAAN itu berada DI DALAM HATI setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu MEMBELI atau pergi MENCARI KEBAHAGIAAN itu.

“Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapanpun, dimanapun dan dengan kondisi apapun.”

KEBAHAGiAAN itu hanya dimiliki oleh “Orang² yang dapat BERSYUKUR”.

“JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI” (Deor)

 

PPL Harus Membina Masyarakat Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Woja-Metro Dompu

Masih banyak ditemukan di masyarakat yang mempunyai konsep makan “merasa belum makan kalau belum makan nasi, walaupun sudah mengkonsumsi macam-macam makanan termasuk jagung, singkong, ubi jalar. Sebaliknya dikatakan sudah makan, walaupun hanya makan nasi dan lauk pauk yang sederhana”. Pola sosial-budaya di masyarakat seperti ini secara nyata akan meningkatkan permintaan beras dan menghambat diversifikasi konsumsi pangan. Karena itu, harga beras semakin melonjak sekalipun dalam musim panen. Ir. Hj. Husnainidiyati, MM, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTB menjelaskan bahwa diversifikasi(penganekaragaman) pangan harus dilakukan agar gizi masyarakat terpenuhi seperti dengan mengkonsumsi jagung, ubi jalar, ketela pohon, gadung, dll. Sementara itu di tempat dan waktu terpisah Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan(BKP3), Ir. H. Husni Tamrin, M.Si memaparkan bahwa konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)  perlu terus dikembangkan. Menurutnya keberhasilan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dalam meningkatkan perekonomian masyarakat menampakkan hasil nyata. Program yang memiliki konsep sederhana berupa pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam lombok/cabai, jenis sayur-sayuran seperti sawi, tomat, terong, labu dan lain-lain ternyata dapat mengurangi pengeluaran(cost) keluarga disamping dapat menambah pendapatan(income) bagi suatu rumah tangga. Disisi lain terjadi keseimbangan dalam pemenuhan gizi keluarga. “Beras adalah sumber karbohidrat dengan mengkonsumsi sayuran, vitamin dan minerallain dapat terpenuhi,” ujarnya. Ia memaparkan pula bahwa Program KRPL di Kabupaten Dompu pada tahun 2013 mendapatkan alokasi 10 Kelompok yang berasal dari pemerintah pusat. “Untuk tahun 2014 belum diketahui ada berapa kelompok KRPL yang akan dialokasikan di Kabupaten Dompu,” tambahnya. Untuk pemenuhan gizi seimbang di masyarakat, Kepala BKP3 Kabupaten Dompu yang baru 6 bulan menjabat ini mengemukakan bahwa dirinya akan merencanakan suatu program yang melibatkan PPL(Penyuluh Pertanian Lapangan) dimasing-masing desa/kelurahan. “Saat ini ada 115 PPL yang tersebar di 80 desa/kelurahan, saya akan programkan untuk setiap PPL membina masing-masing dusun untuk pemanfaatan lahan pekarangan. Kalau PPL tidak lakukan itu, saya tidak akan menandatangani DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan,red)nya,” pungkasnya.(Amin MD 02).

 

Ajak Bupati Tinjau Lokasi Pemukiman Terhalang Warga Tanju Protes, Nyaris Berujung Ricuh

DOMPU, Metro Dompu

Aksi protes warga Tanju, Kecamatan Manggelewa, terkait relokasi rumah warga setempat untuk pembangunan Raba Baka Komplek (RBK), Selasa (17/12) siang tadi, nyaris berujung kericuhan.

Hal itu bermula dari sekelompok warga yang hendak mengajak Bupati Dompu H Bambang M Yasin (HBY) untuk meninjau langsung lokasi pemukiman baru tersebut, namun dihalangi karena padatnya agenda terkait perayaan HUT ke 55 Provinsi NTB.

Karena agenda Gubernur NTB dan rombongan begitu padat, sejumlah aparat keamanan dan pegawai Pemkab Dompu meminta kelompok warga tersebut untuk menghentikan dialognya. Spontan, larangan itu membuat salah satu warga Tanju, Muhammad Sirajuddin, tersinggung. Dan, hal tersebut nyaris memicu keributan. Beruntung aparat keamanan dan beberapa warga lain 

mampu mencairkan kembali suasana.

Sirajuddin menilai, lokasi pemukiman baru seluas 20 hektare tersebut tidak layak. Tempat baru itu juga tidak memiliki fasilitas pendukung. “Kami cuma minta gubernur dan bupati melihat langsung pemukiman tersebut, apa layak untuk ditempati. Apa cukup luas tanah itu untuk warga,” ungkapnya di lokasi penempatan batu pertama pembangunan RBK itu.

Dia mengaku tersinggung karena merasa dihalangi saat hendak menyampaikan aspirasinya. “Kami juga punya aspirasi, kenapa dilarang,” ujarnya dengan nada tanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Dompu H Bambang M Yasin (HBY) mengatakan, pihaknya akan tetap memberikan ganti rugi pada warga. Menurutnya, warga harusnya menerima ganti rugi sesuai dengan pandataan. “Kalau sekarang, lahan yang kami gunakan 20 hektare, ya segitu juga yang harus diganti,” jawabnya.

Dia juga mengaku akan segera membayar nilai ganti rugi pada warga yang belum mendapatkannya. “Uangnya sudah ada, tetapi kita harus mengikuti prosedur administrasi. Insya Allah sekitar bulan 3 (Maret, red) 2014, akan dilunasi,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi sesaat sebelum meninggalkan lokasi tersebut meminta warga untuk membantu menyukseskan pembangunan tersebut. “Saya harap warga dapat menjaga keamanan dan membantu proses pembangunan,” tuturnya seraya menyapa warga. (rizal)

 

H. Ichtiar : Tunjangan Sertifikasi Guru Dipastikan Genap Empat Kali

 Dompu, Metro Dompu

Tunjangan setifikasi guru tahun 2013, dipastikan genap empat kali. Itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Kadis Dikpora Dompu H Ichtiar Yusuf. Dibeberapa kesempatan, dia mengaku akan memberikan kesejahteran pada para guru di Dompu.
Ichtiar mengatakan, dalam minggu ini, tunjangan sertifikasi triwulan ke empat akan segera cair. “Pokoknya dalam minggu ini, tidak akan lewat dari tanggal 22 Desember,” ungkapnya pada wartawan di kantornya, kemarin pagi.

Sekitar Rp 13 miliar uang yang akan diterima guru bersertifikasi akan masuk ke rekening para tenaga pendidik tersebut. Dia mengaku, tunjangan tersebut lancar dilakukan di Kabupaten Dompu. “Untuk tunggakan dua bulan, juga akan dibayar. Uangnya sudah ada di kas daerah,” tuturnya.

Kepada para guru, Ichtiar mengimbau untuk melakukan kegiatan mengajar dengan baik. “Kesejahteraan guru telah dilakukan, tinggal tanggujawab dan kewajibannya yang harus diimbangi,” tandasnya.

Disingung masalah Ruang Kelas Baru (RKB) yang dibangun dari anggaran DAK dan DAK Tambahan, Ichtiar mengaku telah rampung. Hanya saja, lanjutnya, pengadaan inventaris sekolah berupa meja dan kursi masih manjadi PR buatnya. “Bangunan kelas baru sudah ada, sekarang tinggal mebelnya saja yang belum,” tuturnya.

Dia menilai, anggaran tahun 2014 tidak mencukupi untuk pengadaan mebel dimaksud. Padahal untuk pengadaan tersebut merupakan prioritas yang rencanakannya. “Bagaimana menggunakan ruangan tanpa mebel. Padahal itu sebenarnya menjadi program unggulan tahun 2014. Kalau tidak tersedia anggaran, kita akan usahakan cari celah lain,” tandasnya. (alam)